RASAKAN ERA KOLONIAL DI TOKO OEN

.
Bagi kita yang hidup di alam kemerdekaan tentu cuma bisa membayangkan bagaimana kehidupan masyarakat kita di era kolonial dulu, ketika negeri ini masih di bawah kekuasaan Belanda. Saya pun terkadang suka mengkhayalkan sendiri kehidupan di masa itu. Khayalan itu seolah menjadi nyata ketika beberapa waktu lalu saya berkunjung ke Malang dalam rangka urusan kantor. Cuma dua hari di Kota Apel itu tentu saya harus memanfaatkan waktu yang sempit untuk mengenalnya. Seperti biasa, saya mencari hal-hal yang unik dari kota tersebut. 

Keunikan dari suatu kota bisa direpresentasikan dari bentuk bangunan, kuliner khas tempatan, hingga peninggalan sejarah yang dimilikinya. Untunglah Malang memiliki ketiga aspek tersebut, bangunan bersejarah yang megah seperti Gereja Kayu Tangan, gedung Balai Kota, kripik apel, dan sebagainya. Namun, ada satu tempat kuliner yang membuat saya sangat terkesan, namanya Toko Oen. Letak Toko Oen yang strategis di jantung kota membuat resto ini mudah dijangkau. Apalagi letaknya itu persis di depan Gereja Kayu Tangan yang sangat mudah diakses, dan tak jauh pula dari Pasar Burung dan Balai Kota Malang. 

Sajian menu Toko Oen pun masih berbau-bau makanan khas kolonial Belanda dulu. Restoran atau rumah makan ini memang sudah ada sejak zaman Belanda. Dia berdiri di tahun 1930. Banyak turis Belanda yang datang bernostalgia di resto tersebut, khususnya turis-turis yang sudah berumur tua. Kebetulan, saat saya sampai di Toko Oen, beberapa turis Belanda baru saja beranjak, mereka tersenyum puas dan melontarkannya pada para pelayan dengan bahasa Belanda yang khas. 

Memang benar juga, atmosfir kolonial begitu terasa ketika saya berada di dalam Toko Oen. Para pelayan mengenakan seragam putih-putih, khas pelayan sinyo-sinyo Belanda dulu. Perabotan pun masih khas peninggalan Belanda, sepertinya terbuat dari kayu jati. Begitu pula dengan interiornya yang sedapat mungkin identik dengan suasana zaman kolonial dulu. 




Buku menu dan daftar menu Toko Oen
Sup Asparagus dan Es Teller khas Toko Oen



0 comments:

Post a Comment